Pengetahuan Tentang Revolusi dan Rotasi Bulan

HomeSainsTata Surya  on 15 March 2013    comments  
Bulan purnama

(Pengetahuan Tentang Revolusi dan Rotasi Bulan) – Bulan disebut juga dengan satelit Bumi, Bulan merupakan satelit alami bumi yang diperkirakan satelit alami terbesar ke-5 dalam sistem Tata Surya.

Bulan diketahui tidak memiliki sumber cahaya sendiri, adapun cahaya yang dipancarkan Bulan sebenarnya adalah berasal dari pantulan dari cahaya Matahari oleh permukaan bulan.

Rata-rata jarak dari Bumi ke Bulan dari pusat ke pusat diperkirakan sekitar 384.403 km, setidaknya kurang lebih 30 kali diameter Bumi. Dimana diameter Bulan kurang lebih adalah 3.474 km, diameter ini sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi.

Revolusi Bulan
Bulan sebenarnya tidak memiliki cahaya sendiri. Adapun cahaya Bulan sebenarnya adalah pantulan cahaya Matahari oleh permukaan bulan. Bagian Bulan yang tampak dari Bumi merupakan bagian permukaan Bulan yang terkena paparan sinar Matahari. Ketika berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena sinar Matahari berubah-ubah.

Oleh sebab itullah, Bulan jika dilihat dari Bumi juga memiliki bentuk yang berubah-ubah, perubahan bentuk ini disebut juga dengan fase-fase Bulan.

Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari.

  • Hari pertama. Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.
  • Hari keempat. Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.
  • Hari kedelapan. Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.
  • Hari kesebelas. Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase ini disebut Bulan cembung.
  • Hari keempat belas. Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.
  • Hari ketujuh belas. Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.
  • Hari kedua puluh satu. Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.
  • Hari kedua puluh lima. Bulan berada pada posisi 315°. Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk seperti sabit. Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru. Bedanya, Bulan baru menunjukkan fase awal, sedangkan Bulan mati menunjukkan fase akhir.

Rotasi Bulan
Rotasi bulan adalah perputaran Bulan pada porosnya. Untuk menyelesaikan satu kali rotasi, Bulan memerlukan waktu selama satu bulan (29½ hari) dan Rotasi Bulan tidak memberikan dampak apa pun terhadap kehidupan di Bumi.

Lihat Video ilustrasi Rotasi Fase Bulan berikut ini:

Sumber: http://ipa-smk.blogspot.com/2012/08/rotasi-dan-revolusi-bulan.html

/body>