Komponen Abiotik dalam Ekosistem

HomeSainsIPA  on 04 June 2013    comments  

Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang berupa benda-benda tidak hidup seperti, air, tanah, udara, cahaya, suhu dan kondisi gegrafi seperti kelembaban, arus angin, pH, Iklim, Topografi dan arus air.

a. Cahaya Matahari
Cahaya matahari adalah komponen abiotik utama yang berguna sebagai sumber energi primer bagi kehidupan. Terlebih bagi tumbuhan dan makhluk hidup autotrof lainnya untuk berfotosintesis.

Tak semua spektrum sinar matahari bermanfaat untuk fotosintesis (hanya merah, nila dan biru). Penyebaran cahaya matahari dipermukaan bumi juga tak merata.

Adanya penyusupan cahaya lain ke dalam air juga terbatas, oleh sebab itu setiap organisme memiliki cara tersendiri untuk beradaptasi terhadap unsur-unsur cahaya tersebut. Faktor chaya juga berkaitan dengan faktor suhu.

Makhluk hidup memiliki suhu optimum tertentuu ntuk kelangsungan hidupnya. Reaksi kimia dalam tubuh organisme juga sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Sempitnya seabran suhu yang memungkinkan proses biokimia dapat berlangsung secara efisien, menunjukan jika organisme di manapun mereka hidup.

b. Air
Air juga merupakan komponen besar bagi penyusun tubuh makhluk hidup selain menjadi tempat hidup bagi makhluk hidup yang tinggal dalam air.

Oleh sebab itulah air adalah salah satu komponen yang juga menjadi penentu kelangsungan hidup makhluk hidup penyusun ekosistem.

c. Udara

udara atau gas merupakan komponen penyusun atmosfer bumi. Komponen udara seperti oksigen, karbon dioksida, nitrogen dan hidrogen juga termasuk komponen terpenting untuk kehidupan makhluk hidup.

Sebagian gas-gas yang ada diudara akan turun ke tanah dan mampu bersenyawa dengan tanah sehingga menyebabkan tanah lebih subur karena kaya akan zat dan mineral.

d. Suhu
Suhu adalah komponen yang sangat berpengaruh terhadap proses fisiologis yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Proses fisiologis dalam tubuh makhluk hidup memerlukan enzim. Aktivitas enzip sendiri sangat dipengaruhi oleh suhu.

Enzip bisa bekerja dengan kisaran toleransi suhu yang relatif sempit. Oleh sebab itu, setiap makhluk hidup selalu menghindari perubahan suhu lingkungan yang ekstrim dan berusaha untuk mendapatkan suhu optimum supaya tak menggangu proses fisiologis dalam tubuhnya.

e. Kelembaban
Kelembaban adalah jumlah kadar air yang terdapat di udara dan biasanya dapat diukur dengan alat bernama Hygrometer yang memiliki satuan persen (%).

Kelembaban udara ini sangat berpengaruh terhadap evapotranspirasi (penguapan air). Evapotranspirasi yang terjadi pada makhluk hidup memiliki pengaruh terhadap kesediaan air dalam tubuh makhluk hidup.

Ketersediaan air dalam tubuh makhluk hidup ini tentu memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap proses metabolisme tubuh.

f. Arus angin
Angin adalah pergerakan udara yang disebabkan oleh perbedaan suhu antara tempat-tempat tertentu. Arus angin juga disebut dengan aliran angin yang mengalir di alam. Arus angin ini berfungsi untuk menjaga kesuburan tanah, dimana arus angin memiliki pengaruh terhadap penguapan air dari daun tumbuhan dan hewan.

h. pH (potensial Hidrogen/Derajat Keasaman)
Kondisi tanah atau air maupun media hidup makhluk hidup dilingkungan disebut juga dengan pH. pH memiliki pengaruh terhadap kecepatan metabolisme dan kemampuan adaptasi makhluk hidup yang mendiaminya sehingga dapat berpengaruh terhadap distribusi makhluk hidup dimuka bumi.

i. Iklim
Iklim adalah keadaan cuacau (kelembaban udara, suhu, curah hujan dan sebagainya). Sepanjang tahun, suhu disuatu tempat akan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah dan distribusi tumbuhan dan hewan.

J. Topografi
Topografi merupakan faktor altitude (ketinggian suatu tempat dari permukaan laut) dan latitude (letak lintang suatu tempat yang diukur dari khatulistiwa) suatu tempat.

Topografi juga disebut dengan kombinasi antara posisi lintang suatu tempat dipermukaan bumi dengan tinggi rendahnya permukaan laut.

Topografi ini berpengaruh terhadap ikilm, sedangkan iklim sendiri sangat mempengaruhi tingkat kesuburan tanah yang juga akan memberikan pengaruh terhadap persebaran makhluk hidup.

H. Arus Air dan Ombak
Arus air dan ombak merupakan pola pergerakan air yang disebabkan oleha rus angin ataupun gaya gravitasi bumi. Arus air dan ombak ini memiliki pengaruh terhadap pola adaptasi makhluk hidup sehingga dapat bertahan dalam ekosistemnya.

I. Salinitas
Kepentingan salinitas dapat dilihat secara tajam di spesies laut dan air tawar. Salinitas juga berpengaruh terhadap distribusi hewan-hewan di daerah pasang surut atau pertemuan sungai dan laut.

Hewan-hewan diarea ini mempunyai kemampuan untuk adaptasi fisiologi atau adaptasi tingkah laku untuk dapat bertahan terhadap turun naiknya (fluktuasi) salinitas harian yang mengikuti irama psang surut air laut.

/body>