Faktor-faktor Penyebab Islam Diterima di Nusantara

HomeSainsAgama  on 27 August 2013    comments  

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Agama Islam begitu mudah diterima dan dengan cepat berkembang serta menggantikan agama Hindu dan Budha. Adapun faktor-faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan Kesenian
Melalui kesenian inilah yang dilakukan para Walisanga di tanah Jawa untuk berdakwah, seperti halnya Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga dan Sunan Gunungjati.

Seorang sejarawan Persia pada abad ke-15M yang tinggal lama di Malabar, Zainuddin Al-Ma’bari, menulis dalam bukunya Tuhfat al-Mujahidin bahwa banyak p[enduduk India Selatan dan Nusantara tertarik untuk memeluk agama Islam setelah menyaksikan dan mendengarkan pembacaan riwayat hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan dalam bentuk syair dan dinyanyikan.

Adapun yang dimaksud oleh Zainuddin al-Ma’bari adalah pembacaan KAsidah Burdah, Syaraful Anam, Syair Rampai Maulid dan yang sejenis itu sampai sekarang masih kita saksikan dikalangan masyarakat muslim tradisional yang tersebar diseluruh dunia Islam.

2. Daya Tarik Islam
Salah satu kelebihan Agama Islam adalah watak dan semangat agaliternya. Kehidupan pembawa agama ini di Nusantara terdiri atas para pedagang yang kaya, makmur dan terpelajar. Dengan memeluk agama Islam, penduduk pribumi berpeluang meningkatkan taraf hidup dan status sosialnya.

Misalnya saja dapat berpartisipasi dalam perdagangan regional dan antar pulau serta mampu memasukkan anak-anak mereka ke lembaga-lembaga pendidikan islam yang didirikan. Sudah menjadi kebiasaan dimana saja terdapat komunitas Islam dalam jumlah besar, disitu hadir pula cara pendakwah dan guru agama.

Masjid-masjid didirikan begitu pula madrasah. Pengajian-pengajian diselenggarakan secara intensif.

Selain kedua faktor tersebut, meningkatnya jumlah muslim pribumi dari berbagai etnik juga menjadi penyebab mudah diterimanya agama Islam oleh masyarakat.

Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan ekonomi, mereka yang tinggal dikota-kota pelabuhan mulai banyak yang meninggalkan pasar tradisional, menjadi perantau dan pelayar yang tangguh. Dengan demikikan mobilitas sosial terjadi, baik secara horizontal maupun vertikal. Etos dan budaya dagang juga berkembang.

Hal tersebut dapat kita lihat pada etnik-etnik pesisir yang sudah lama memeluk Agama Islam dan menjadikan Islam sebagai bagian dari dirinya, seperti halnya Minangkabau, Bugis, Makassar, Banjar, Madura, Jawa Pesisir, Palembang dan lain-lain.

Mereka merupakan contoh beberapa suku bangsa Nusantara yang mempunyai kebudayaan dagang yang kuat. Khusus untuk etnik Bugis, Makassar dan Madura, mempunyai tradisi pelayaran jarak jauh yang tangguh sampai saat ini. Semua ini tentu adalah dampak dari kedatangan dan perkembangan Agama Islam.