3 Faktor Penyebab Islam Diterima di Nusantara

HomeSainsSejarah  on 26 July 2013    comments  

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan islam begitu mudah diterima dan dengan cepat menyebar untuk menggantikan agama Hindu dan Budha di Nusantara.

Adapun faktor-faktor tersebut adalah:
1. Daya Tarik Islam
Salah satu keunggulan Islam adalah watak dan semangat egaliternya. Kehidupan pembawa agama ini di Nusantara terdiri dari para pedagang yang kaya, makmur dan terpelajar.

Dengan memeluk agama ini, penduduk pribumi berpeluang meningkatkan taraf hidup dan status sosialnya. Misalnya saja dapat berpartisipasi dalam perdagangan regional dan antarpulau, serta mampu memasukkan anak-anak mereka ke lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan.

Sudah menjadi kebiasaan, di mana saja terdapat komunitas Islam dalam jumlah besar disitu pula hadir para pendakwah dan guru agama. Masjid-masjid dan madrasah didirikan serta pengajian-pengajian diselenggarakan secara intensif.

2. Penggunaan Kesenian
Inilah yang dilakukan oleh Walisangaq di Jawa, seperti Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga dan Sunan Gunungjati.

Seorang sejarawan Persia abad ke-15 M yang tinggal lama di Malabar, Zainuddin al-Ma’bari menulis dalam bukunya Tuhfat al-Mujahidin bahwa banyak penduduk India Selatan dan Nusantara tertarik memeluk agama Islam setelah menyaksikan dan mendengar pembacaan riwayat hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang disampaikan dalam bentuk syair dan dinyanyikan.

Yang dimaksud Zainuddin al-Ma’bari adalah pembacaan Kasidah Burdah, Syaraful Anam, Syair Rampai Maulid dan yang sejenis itu hingga sekarang masih kita saksikan di kalangan masyarakat muslim tradisional di seluruh dunia Islam.

3. Meningkatnya Jumlah Muslim Pribumi dan Berbagai Etnik dalam Jaringan dan Kegiatan Perdagangan
Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan sosial dan ekonomi. Mereka yang tinggal di kota-kota pelabuhan mulai banyak yang meninggalkan pasar tradisional, menjadi perantau dan pelayar yang tangguh.

Dengan demikian mobilitas sosial terjadi, baik secara horizontal maupun vertikal. Etos dan budaya dagang juga berkembang. Tentu saja ini bisa kita lihat pada etnik-etnik pesisir yang telah lama memeluk Islam dan menjadikan Islam sebagai bagian dari dirinya seperti Minangkabau, Bugis, Makassar, Banjar, Madura, Jawa Pesisir, Palembang dan lain-lain.

Mereka adalah contoh beberapa suku bangsa Nusantara yang memiliki budaya dagang yang kuat. Khusus etnik Bugis, Makassar dan Madura memiliki tradisi pelayaran jarak jauh yang tangguh sampai sekarang. Semua itu merupakan dampak dari kedatangan dan perkembangan Agama Islam.

Selain ketiga faktor tersebut diatas, diterimanya agama Islam di Nusantara ini tidak terlepas dari peran penting penggunaan bahasa melayu yang menjadi media penyebaran agama dan bahasa pengantar dalam lembaga-lembaga Pendidikan.