5 Proses Islamisasi di Wilayah Indonesia

HomeSainsSejarah  on 25 July 2013    comments  

Proses masuk dan berkembangnya agama islam di Indonesia memang tidak hanya dengan satu cara saja, namun masuknya agama Islam ke perairan Nusantara ini memiliki berbagai cara.

Baik melalui cara Perdagangan, Pernikahan, Politik, Tasawuf, Pendidikan, Kesenian dan Tradisi maupun melalui Kasusastraan dan Bahasa.

Berikut ini merupakan 5 Proses Islamisasi di wilayah Indonesia:
1. Perdagangan
Para pedagang Islam dari Persia, Arab, Cina dan Gujarat mengadakan hubungan dagang dengan Indonesia. Dalam kegiatan perdagangan tersebut mereka tinggal untuk sementara atau bahkan menetap di Indonesia.

Akhirnya lambat laun tempat tinggal mereka menjadi perkampungan-perkampungan, misalnya saja kampung Pecinan (kampung orang-orang Cina), kampung Pekojan (orang-orang Arab) dan Kampung Keling (orang India). Dalam Interaksinya dengan masyarakat setempat, mereka juga menyebarkan agama Islam.

2. Pernikahan
Sebagian dari pedagang yang menetap tersebut menikah dengan wanita Indonesia. Jika pedagang atau ulama itu menikah dengan putri raja atau bangsawan lainnya akan mempercepat proses Islamisasi di tempat tersebut. Hal ini dikarenakan status sosial, ekonomi dan politiknya.

3. Politik
Ketika raja memeluk agama Islam, rakyatnya juga mengikuti agama sang raja. Agama dan kebudayaan Islam selanjutnya makin menyebar ketika kerajaan Islam tersebut meluaskan kekuasaan politiknya.

Pada umumnya wilayah baru yang berhasil dikuasai juga akan mengikuti kerajaan yang menguasainya, misalnya saja Kerajaan Demak yang meluaskan pengaruhnya ke Jawa Barat.

4. Tasawuf
Kata tasawuf berasal dari kata sufi yang berarti wol atau bulu domba. Istilah ini muncul karena para sufi atau ahli tasawuf mengenakan jubah dari bulu domba.

Tasawuf berperan penting dalam perkembangan Islam di Indonesia. Para ahli tasawuf memberikan ajaran yang mengandung persamaan dengan alam pikiran seperti pada mistik orang Indonesia – Hindu, sehingga Islam sebagai agama baru mudah diterima.

5. Pendidikan
Para ulama mendirikan pesantren-pesantren. Para santri (murid) yang telah selesai dalam pendidikannya kembali ke kampung asalnya dan menjadi tokoh keagamaan. Mereka menjadi penyebar agama di daerahnya. Di Indonesia, kalangan penyebar agama Islam atau juru dakwah yang sangat terkenal adalah Walisanga.