Pengertian dan Pementasan Drama

HomeBahasa IndonesiaKelas IX  on 29 June 2013    comments  

Kata drama berasal dari bahasa Yunani draomei, yang dapat diartikan sebagai bergerak atau ebrbuat. Drama seringkali diistilahkan sebagai sandiwara, tonil maupun lakon.

Menonton sandiwara sama artinya dengan menonton suatu pertujukan yang mengandung pelajaran yang disampaikan secara tersamar.

Tonil adalah pertunjukan sedangkan lakon memiliki arti cerita yang dipentaskan. Jadi, drama adalah karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia lewat gerak dan dialog diatas pentas.

Sebuah drama dapat dipentaskan jika memenuhi hal-hal berikut ini:

  1. Adanya lakon atau naskah drama.
  2. Adanya pemain, aktor atau aktris.
  3. Adanya tempat pertunjukan.
  4. Adanya penonton.

Berikut ini merupakan beberapa istilah dalam drama:

  1. Prolog: Prolog adalah kata pendahuluan dalam suatu pentas drama sebagai pertunjukan atau mengutarakan sinopsis lakon.
  2. Epilog: Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri suatu pementasan drama untuk menyimpulkan dan menarik pelajaran dari yang dipentaskan.
  3. Monolog: Adalah percakapan seorang pelaku dengan dirinya sendiri. Kini, banyak pementasan drama yang menyuguhkan monolog dengan pemain tunggal.
  4. Pantomim: Adalah gerak-gerik anggota tubuh yang dipadukan dengan ekspresi muka untuk menggambarkan emosi pelaku atau menggambarkan suatu emosi.

Jenis-jenis drama menurut isi lakonnya:

  • Tragedi adalah drama yang penuh dengan kesedihan atau kemalangan.
  • Komedi adalah drama penggeli hati. Drama jenis ini isinya penuh dengan sindiran, kecaman sebagai kritik sosial namun penuh dengan kegembiraan dan kelucuan.
  • Opera adalah drama yang dialognya berupa nyanyian dan musik.
  • Operette adalah dama jenis opera yang saat dipentaskan hampir tanpa dialog. Caranya dengan improvisasi saja dengan gerak-gerik teatrikal yang tuntas.
  • Sendratari adalah drama yang menyuguhkan pementasan sebuah lakon dengan gerak-gerik tari.